MY MENU

News

News

Title
Usai Revisi Lapkeu, Bisnis IRRA Kian Prospektif 2021
Author
Tetsu Mulia
Date Created
01/14/2021
Attachment0
Views
249
Content

Harga saham emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada perdagangan Rabu kemarin (13/1/2021) memang terkoreksi cukup dalam 6,76% di posisi Rp 3.450/saham.


Koreksi ini terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 0,62% di level 6.435,21.


Data BEI mencatat, koreksi saham IRRA juga bersamaan dengan dimulainya vaksinasi Covid-19 di Istana Negara yang dimulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya.


Meski turun kemarin, dalam sepekan terakhir saham IRRA melejit 50,66%, dan 3 bulan melesat 353,95% dengan kapitalisasi pasar 5,52 triliun.


Pada perdagangan kemarin, saham IRRA ditransaksikan Rp 479,51 miliar dengan volume perdagangan 124,89 juta saham.


Saham IRRA juga masuk top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 113,08 miliar, begitu pun di broker kompetitor Mirae Asset yakni beli bersih Rp 65,58 miliar untuk saham IRRA.


Satu sentimen yang direspons negatif oleh pasar yakni pemberitaan mengenai perubahan laporan keuangan periode Juni dan September 2020.


IRRA melakukan revisi sebanyak 1 kali untuk laporan keuangan Juni 2020. Aset perusahaan mencapai Rp 270,52 miliar, dan berubah menjadi Rp 270,29 miliar pada revisi yang diterbitkan 11 Desember 2020.


Menjawab ini, manajemen Itama Ranoraya menyampaikan klarifikasi terkait dengan revisi lapkeu kuartal II dan kuartal III 2020.


Menurut Manajemen IRRA, dikutip CNBC Indonesia, langkah revisi itu hasil dari konsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain.


"Sehingga pascarevisi terjadi perubahan (penurunan) terhadap nilai laba bersih perseroan untuk laba kuartal 2 dan kuartal 3 dibandingkan nilai laba bersih sebelum revisi," ujar manajemen IRRA.


Pada Selasa (12/1), saham IRRA sempat disuspensi perdagangannya oleh BEI lalu dibuka pada Rabu kemarin, 


Dalam surat penjelasan kepada BEI, Direktur IRRA Pranoto Satno Raharjo optimistis pertumbuhan tahun ini sebesar 80%-100% dari 2020.


"Indikasi kinerja perusahaan di tahun 2020 tumbuh di kisaran 90%-95% untuk pendapatan dan kisaran 70% - 80% untuk laba bersih dibandingkan tahun 2019 (YoY)," katanya, dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (12/1/2021).


Salah satu kontributor penjualan IRRA di tahun 2020 adalah produk Swab Antigen Test di kuartal ke lV 2020 sebesar 2.4 juta unit.


Tahun 2021 hanya untuk Swab Antigen Test antara 5-10 juta unit, dan Januari 2021 saja sudah terjual 1.5 juta unit.


Tahun ini perseroan akan menargetkan memulai menjual produk baru dengan merk Avimac berupa immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia.


Produk ini sudah di produksi di Australia dan saat ini sudah mendapat izin edar dari di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai suplemen.

Copy URL

Select the entire URL below to copy.

Edit Comment

Enter your password to edit the post.

Delete CommentDelete Post

Enter your password to delete the post.

Customer Service 150350 (Indonesia) Support