MY MENU

News

News

Judul
Sentimen Positif Menyelimuti CTRA, Investor Ambil Posisi
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
10/14/2020
Lampiran0
Views
72
Konten

Bisnis properti yang suram di beberapa tahun belakangan berpotensi bangkit kembali setelah pemerintah menstimulasi bisnis sektor ini dengan sejumlah aturan yang direlaksasi. Hal ini membuat saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menjadi incaran sejumlah investor asing.


Pada perdagangan Selasa (13/10), CTRA menjadi salah satu saham yang dikejar oleh para pemodal asing dengan total nilai beli bersih sebesar Rp 7,97 miliar.  Bahkan, saham emiten properti ini  sudah melambung hampir 13% selama 4 hari berturut-turut. 


Ada sejumlah sentimen positif yang mempengaruhi bisnis dan saham CTRA. Pertama, terkait dengan subsidi bunga kredit pemilikan rumah (KPR).  Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138/PMK.05/2020, pemerintah memberikan subsidi bunga kepada debitur KPR yang menginginkan rumah maksimal tipe 70 meter persegi. 


Pemerintah juga memberikan pelonggaran berupa restrukturisasi pinjaman kepada debitur KPR yang kesulitan membayar angsuran.  Ke dua, diperbolehkannya warga negara asin (WNA) untuk memilik apartemen. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat DPR. 


Dalam beleid sapu jagat ini,  disebutkan ada sejumlah golongan yang bisa memiliki rumah susun atau apartemen. Selain warga negara Indonesia (WNI), badan hukum Indonesia, WNA yang memiliki izin sesuai ketentuan perundang-udangan pun diperbolehkan memiliki apartemen.  


Badan hukum asing yang mempunya perwakilan di Indonesia dan perwakilan negara asing serta lembaga internasional yang berada atau memiliki perwakilan di Indonesia juga diizinkan memiliki rumah susun atau apartemen.  Mereka juga diperbolehkan untuk mengalihkan properti yang mereka miliki. 


Selain itu, hak milik atas satuan rumah susun juga dapat dijaminkan dengan dibebani hak tanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada peraturan sebelumnya, WNA hanya diberikan hak pakai atas aset hunian, baik dalam bentuk rumah tapak maupun apartemen. 


Seperti diketahui, Ciputra Group memiliki proyek superblok nya yang megah seperti proyek Ciputra World yang tersebar di  Jakarta, Surabaya, dan Batam. Ini  bisa menjadi pilihan para WNA yang berniat memiliki aset properti di Indonesia.  


Ketiga, pemberlakuan kembali kebjiakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bak angin segar juga bagi CTRA. Proyek gedung perkantoran dan mall yang dimiliki berpotensi menjadi salah satu sumber cuan bagi perseroan. 


Hingga akhir September 2020, perseroan berhasil mengantongi Rp 3,8 triliun dari hasil pra-penjualan. Angka ini sudah mendekati dari target marketing sale perseroan untuk sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 4,5 triliun. Perseroan optimistis target tersebut akan tercapai. 




Recommendation

Sentimen: Positif

Disclaimer

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. Mirae Asset Sekuritas does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website, is strictly at your own risk. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of the information provide in our website.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan