MY MENU

News

News

Judul
Tren Penjualan Mobil Naik, ASII Bangkit ke Rp 6.000 Lagi
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
11/17/2020
Lampiran0
Views
858
Konten

Mulai membaiknya daya beli masyarakat dan kegiatan produksi manufaktur yang kembali bergerak membuat tren penjualan kendaraan bermotor di Oktober berlanjut. 


Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), total penjualan kendraan roda empat sepanjang Oktober 2020 mencapai 49.043 unit, meningkat dari penjualan di September yang sebanyak 48.554 unit. 


Ini merupakan kenaikan dalam lima bulan terakhir secara berurutan sejak Juni 2020. Dengan demikian, total penjualan mobil di tanah air pada periode Januari-Oktober 2020 mencapai 421.089 unit. 


Meningkatnya penjualan mobil domestik tersebut tak lepas dari kinerja penjualan PT Astra International Tbk (ASII) yang per Oktober menguasai pangsa pasar mobil sebesar 54% di Indonesia. 


ASII mampu menjual 26.410 unit kendaraan roda empat selama bulan Oktober 2020. Angka itu naik dibanding penjualan September yang sebesar 25.799 unit. Penjualan merek Toyota masih menjadi andalan perseroan. 


Astra mampu menjual 16.419 unit Toyota bulan lalu, meningkat dari 13.234 unit di bulan sebelumnya. Kemudian penjualan Daihatsu mampu tercatat sebesar 8.289 unit dan Isuzu sebanyak 1.634 unit. 


Dengan pencapain penjualan tersebut, maka total penjualan mobil ASII mencapai 218.627 sepanjang 10 bulan pertama 2020. Tentu angka ini masih jauh lebih rendah dari pencapaian pada periode yang sama bulan lalu yang sebesar 447.538 unit. 


Namun, konsistennya tren kenaikan penjualan membawa angin segar bagi industri otomotif tanah air, khususnya ASII. Hal ini pun mendapat reaksi positif dari para investor. 


Para pemodal, baik asing maupun lokal selalu meramaikan bursa saham dengan menransaksikan saham ASII. Pada perdagangan Senin (16/11), total nilai transaksi saham perseroan mencapai Rp 371,84 miliar.


Harga saham ASII pun mencerminkan kinerja perseroan yang dalam kurun waktu sebulan belakangan ini terus merangkak naik. Bahkan, sejak awal November, saham ASII berupaya merangkak dan bertahan di level Rp 6.000.


Seperti diketahui, pandemi COVID-19 yang terjadi membuat harga sejumlah  saham  berguguran, termasuk ASII. Saham perusahaan ambles dari Rp 6.620 di awal tahun menjadi Rp 3.476  pada penutupan 4 Mei 2020. 


Di bulan tersebut, perseroan hanya mampu menjual 1.102 unit mobil saja. Tetapi, nampaknya, tren harga ASII menuju level sebelum pandemi mulai terlihat. Jadi, siap-siap saja ambil posisi. 






Recommendation

Sentimen: Positif

Disclaimer

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. Mirae Asset Sekuritas does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website, is strictly at your own risk. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of the information provide in our website.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan