MY MENU

News

News

Judul
FLASH: Produksi Logam Emas Melejit, BRMS Cetak Laba Rp 29,5 M
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
11/18/2020
Lampiran0
Views
380
Konten



Emiten pertambangan emas Grup Bakrie , PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menyampaikan kinerja keuangan dan operasinya yang berakhir pada 31 Agustus 2020.


Perusahaan menunjukan peningkatan pada pendapatan, laba bersih, dan produksi emasnya dari kuartal dan tahun sebelumnya. 


Berdasarkan siaran persnya, Rabu (18/11/2020), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini meraih laba US$ 2,11 juta per Agustus 2020 atau setara dengan Rp 29,54 miliar (kurs Rp 14.000/US$).


Laba bersih itu naik 76% dari akhir 2019 senilai US$1,2 juta.


Dari pos pendapatan, BRMS meraih pendapatan sebesar US$3,19 miliar atau setara Rp 44,66 miliar, turun dari US$4,46 miliar per akhir 2019.


BRMS juga berhasil memproduksi 54,55 kg bijih logam mulia dan produksi logam emas mencapai 17,76 kg.


Suseno Kramadibrata, Direktur Utama BRMS, mengatakan produksi emas dari lokasi tambang di Poboya, Palu, Sulawesi, terus meningkat.


Harga jual emas yang masih cukup tinggi juga mendukung bisnis perusahaan.


"Oleh karenanya, kinerja keuangan semakin membaik. Anak usaha kami, PT Citra Palu Minerals (CPM) saat ini tengah mengoperasikan pabrik pengolahan yang pertama dengan kapasitas penuh (500 ton bijih per hari)," katanya dalam siaran pers, dikutip Rabu (18/11).


Selain melaporkan laba, BRMS juga akan menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,6 triliun.


Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRMS itu akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 22,9 miliar saham biasa seri B dari portepel bernilai nominal Rp50 dengan harga pelaksanaan Rp70 per saham. 


Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana segar mencapai Rp1,6 triliun.


Dana hasil rights issue seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan usaha sebesar US$76,25 juta atau setara Rp1,114 triliun.


Sebesar US$29,8 juta akan digunakan untuk pelunasan tagihan, dan pengembangan unit usaha, termasuk persiapan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasian pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitan 500 ton per hari yang telah dibayarkan BUMI.


Sisanya akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional.


Data BEI mencatat, saham BRMS jelang penutupan perdagangan sesi I, turun 1,56% di level Rp 63/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 4,47 triliun. Nilai transaksi mencapai Rp 5,07 miliar dan volume perdangan 78,97 juta saham. (Foto: BRMS)

Recommendation

Sentimen: Positif

Disclaimer

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. Mirae Asset Sekuritas does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website, is strictly at your own risk. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of the information provide in our website.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan