MY MENU

News

News

Judul
Vaksin Dimulai, Perhatikan Saham KAEF-INAF
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
01/06/2021
Lampiran0
Views
131
Konten

Harga saham farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melesat pada perdagangan Selasa kemarin (5/1/2021).


Data BEI mencatat, saham KAEF melesat 18,09% di posisi Rp 5.125/saham, dengan nilai transaksi Rp 582,4 miliar dan volume perdagangan 121,6 juta saham.


Sementara itu, saham BUMN farmasi lainnya, PT Indofarma Tbk (INAF) juga ditutup menguat 17,59% di level Rp 4.880/saham.


Nilai transaksi mencapai Rp 202 miliar dan volume perdagangan 44,3 juta saham.


Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil ditutup menguat 0,53% ke 6.137,34 pada perdagangan Selasa kemarin (5/1/2021).


Dalam 3 bulan terakhir akumulatif, saham KAEF meroket 121,86% dengan kapitalisasi pasar Rp 28,46 triliun.


Sementara itu, saham INAF dalam 3 bulan terakhir juga melesat 109,44% dengan kapitalisasi pasar Rp 15,12 triliun.


Salah satu sentimen yakni dimulainya vaksin pada 13 Januari mendatang. Vaksin ini didistribusikan oleh BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero), induk usaha dari KAEF dan INAF, serta PT Phapros Tbk (PEHA).


Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi yang pertama menerima vaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin akan dilakukan pada Rabu 13 Januari 2021.


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah mendistribusi vaksin Covid-19 Sinovac sejak 3 Januari lalu dari kantor pusat Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. 


Mirae Asset Sekuritas menilai jika vaksi ini bisa berjalan lancar, maka akan menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat bisa menjalankan kembali aktivitasnya sehingga ekonomi bisa bergerak.


Tahun ini, Bio Farma mempersiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 2 triliun-Rp 2,5 triliun.


Dana ini sebagian besar akan dipakai untuk pengembangan kapasitas perusahaan untuk bisa menjadi regional hub (pusat) vaksin di Asia Tenggara.


Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir kepada CNBC Indonesia mengatakan dana capex ini salah satunya bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah untuk sektor kesehatan sebesar Rp 2 triliun, dengan bagian untuk Bio Farma senilai Rp 1 triliun.


Tahun ini, kebutuhan perusahaan senilai Rp 500 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi vaksin.


Saat ini kapasitas produksi perusahaan telah lebih dari 3 miliar dosis per tahun dan akan ditingkatkan yang menjadikan perusahaan sebagai produsen terbesar di kawasan. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support