MY MENU

News

News

Judul
WSKT: Rencana Bisnis Terstruktur, Saham WSKT Ramai Diburu
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
01/07/2021
Lampiran0
Views
220
Konten

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menaruh harapan besar di tahun Kerbau Logam ini untuk memperbaiki kinerja usahanya. Mulai dari rencana pengerjaan proyek baru hingga divestasi aset. 


Tahun ini, perseoan bisa mengantongi sekitar Rp 32 triliun kontrak baru, sedikit lebih tinggi dibanding estimasi perolehan kontrak baru tahun lalu yang sekitar Rp 27 tirliun. 


Kendati target ini dibilang moderat, WSKT tetap optimistis tahun ini bisa membuat perusahaan berlari lebih kencang untuk memenangkan sejumlah proyek. 


Perseroan akan fokus pada pasar eksternal atau proyek yang berasal dari pemerintah, baik yang didanai oleh APBN maupun APBD,  lalu dari korporasi BUMN, dan swasta. Tidak ketinggalan proyek-proyek di luar negeri pun menjadi bidikan emiten pelat merah ini.


Secara persentase, proyek dari pemerintah yang diharpakan bisa mencapai 30% dari total yang dipeorleh, BUMN sebesar 25%, dan swasta sebesar 22%. Sisanya proyek pengembangan investasi baik di sektor tol maupun non-tol.


Di pembuka tahun 2021, perseroan telah berhasil memperoleh kontrak berupa pembangunan pembangkit listrik bertenaga energi baru dan terbarukan (EBT) dengan total nilai investasi mencapai Rp12,5 triliun. 


Proyek ini merupakan kolaborasi perseroan dengan PT Terrgera Asia Energy Tbk (TGRA). Guna mendukung targetnya itu, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 10 triliun. 


Selain getol mencari proyek-proyek baru, perseroan juga akan melanjutkan pembangunan sejumlah proyek.  Ada sejumlah proyek investasi serta proyek dengan skema turnkey di berbagai wilayah di Tanah Air yang tengah dikerjakan perseoan.  


Total nilainya mencapai Rp180 triliun. Adapun, mayoritas proyek tersebut berupa pengerjaan jalan bebas hambatan alias jalan tol. Ada 18 ruas dengan panjang 1.300 kilomenter (km) yang digarap. 


Demi membenahi kondisi likuiditas perseroan, WSKT berharap bisa segera mendiverstasi 9 ruas tol yang miliki. Targetnya, perseroan bisa memperoleh dana segar sekitar Rp 10-11 triliun dari penjualan aset tol ini.


Adapun beberapa ruas tol yang akan didivestasi antara lain Kayu Agung-Palembang-Betung dan Ciawi-Sukabumi sedang proses dengan investor asing. Sedangkan Cibitung-Tanjung Priok, Cinere-Serpong, Batang-Semarang, dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar tengah dalam proses dengan investor domestik. 


Sedangkan proyek yang berpotensi mendapatkan pendanaan sovereign wealth fund (SWF) antara lain Cibitung-Tanjung Priok, Depok-Antasari, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Pasuruan-Probolinggo. 


Apabila 9 ruas tol tersebut berhasil didivestasikan tahun ini, manajemen memperkirakan beban utang perseroan bisa turun hingga 50%. Beban bunga pun bisa ditekan.  


Perseroan menghitung, beban bunga tahun ini diperkirakan akan ada di kisaran Rp 3 triliun - Rp 4 triliun.  Rencananya, perseroan akan kembali menerbitkan obligasi untuk melunasi sejumlah surat utang yang jatuh tempo tahun ini. 


Adapun, total nilai obligasi WSKT yang akan jatuh tempo tahun ini sekitar Rp 2,1 triliun. Rencana bisnis dan keuangan WSKT ini mendapat apresiasi dari para invstor. 


Pada perdagangan Rabu (6/1), WSKT menjadi saham no 2 yag paling ramai dirtransaksikan oleh investor dengan total nilai mencapai Rp 1,31 triliun. Para nasabah Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan kompetitornya mencatatkan aksi beli masing-masing sebesar Rp 272,05 miliar dan Rp 132,56 miliar. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support