MY MENU

News

News

Judul
Kabar Emiten : UNVR Raih Laba Rp7,16 Triliun, ICBP Rilis Produk Baru
Penulis
Bisnis.com
Tanggal Diciptakan
02/05/2021
Lampiran0
Views
118
Konten

Sejumlah kabar dari emiten dan sektor usaha menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Jumat (5/2/2021).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi yang optimis dengan kinerja positif di tahun ini setelah pada tahun lalu tertekan dampak pandemi Covid-19.

Kemudian perkembangan dari kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Perero) turut menjadi perhatian. Tidak ketinggalan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merilis produk baru menyusul permintaan yang tinggi di sektor barang konsumsi. 

PLN dan Pertamina Optimis Cetak Kinerja Positif

Kerugian yang dialami sektor BUMN energi akibat pandemi Covid-19 di tahun lalu,  tak menyurutkan optimisme PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Dua BUMN sektor energi itu optimis untuk mencetak kinerja positif di tahun 2021 ini. 

Terseret Korupsi, Asabri Pulihkan Kepercayaan

Dugaan korupsi dana investasi perseroan yang dialami PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) membuat ASABRI bekerja ekstra lakukan pembenahan untuk memulihkan kepercayaan publik.

Unilever Raih Laba Rp7,16 Triliun

PT Unilever Indonesia Tbk. mengantongi laba bersih Rp7,16 triliun pada 2020, turun 3,09% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2020, emiten berkode saham UNVR itu membukukan pendapatan sebesar Rp42,97 triliun sepanjang tahun lalu.

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) Rilis Produk Baru

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.  luncurkan Indomie Mieghetti Bolognese. Inovasi produk terbaru ini untuk melengkapi tingginya permintaan konsumen yang terus meningkat selama pandemi Covid-19. Tercatat pendapatan ICBP secara tahunan Rp33,89 triliun dalam 9 bulan 2020.

Pasar Polis Dirayu Melantai di Bursa

PT Pasar Polis Indonesia mendapat suntikan investasi dari International Finance Corporation (IFC) untuk masuk ke pasar saham Indonesia. Suntikan ekuitas tersebut senilai US$5 juta atau sekitar Rp69,5 miliar dengan asumsi kurs Rp13.900 per dolar AS.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support