MY MENU

News

News

Judul
9 Startup Siap IPO, Market Cap Bisa Bertambah Rp 500 T
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
07/29/2021
Lampiran0
Views
701
Konten
Momentum IPO Unicorn nampaknya akan berlanjut setelah Bukalapak berhasil menyengat minat investor, baik lokal maupun asing. 


Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut akan ada 4 unicorn dan 5 centaur akan menyusul mencatatkan saham perdananya di BEI. 


Otoritas Bursa memproyeksikan kapitalisasi pasar akan bertambah mencapai Rp 554 triliun setelah 5 unicorn dan 1 decacorn Tanah Air mencatatkan sahamnya di BEI. 


Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, seperti dikutip sejumlah media, mengatakan ada beberapa unicorn yang akan menggelar IPO. 


Bukalapak merupakan pionir yang saat ini tengah melakukan penawaran umum dan jika sesuai jadwal sahamnya akan mulai diperdagangkan pada 6 Agustus 2021 mendatang. 


Masuknya perusahaan e-commerce ini berpotensi menambah nilai kapitalisasi pasar bursa domestik sekitar Rp 77 triliun-Rp 86 triliun. 


Selanjutnya ada GoTo. Kendati Nyoman hanya bilang entitas tersebut merupakan hasil merger, tetapi pelaku pasar sudah mendapat kabar bahwa GoTo akan melakukan dual listing, yakni di Indonesia dan Amerika Serikat.


GoTo merupakan entitas hasil merger Gojek dan Tokopedia.  


Saat ini, GoTo tengah berdiskusi dengan sejumlah investor potensial dengan target bisa meraih dana segar hingga Rp US$ 2 miliar atau Rp 29 triliun dalam hajatan IPO tersebut. 


Nyoman memprediksi market cap perusahaan yang tergolong decacorn ini bisa lebih dari Rp 86 triliun. 


Selain dua startup raksasa tersebut, BEI aktif berdiskusi dengan para centaur yang akan mencatatkan saham di BEI. 


Sedikitnya ada 5 centaur yang terlibat dalam diskusi secara intensif dengan otoritas bursa terkait rencana IPO mereka. Namun, identitas masing-masing perusahaan tersebut masih dirahasiakan. 


Yang jelas, sambung dia, kedatangan para startup ini sangat berpotensi membuat nilai kapitalisasi pasar BEI menggemuk dan nilai penggalangan dana di pasar modal juga makin semarak.  


Biar jelas, saat ini, ada sejumlah istilah dalam industri startup yang didasarkan pada valuasi masing-masing perusahaan. Centaur merupakan startup yang memiliki valuasi berkisar US$ 100 juta-1 miliar. 


Unicorn memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar, dan Decacorn memiliki valuasi di atas US$ 10. 


Ada juga Hectocorn yang valuasinya menyentuh di atas US$ 100 miliar. Di Indonesia ada 1 Decacorn yakni GoTo.


Untuk unicorn, selain Bukalapak ada Traveloka, JD.ID, J&T Express, dan OVO. 


Di level centaur setidaknya terdapat 27 perusahaan per tahun lalu, yang terbesar ada Akulaku, Kredivo, dan Blibli.


Dailysocial dan DS Research mencatat centaur lain adalah Halodoc, Sociolla, Cekaja, WarungPintar, Dana, IDNMedia, Modalku, HappyFresh, KopiKenangan, WareSix, Linkaja, CoHive, Moka, Investree, dan Koinworks. 


Lalu ada Ralali, RuangGuru, Tanihub, SayurBox, Fabelio, PayFazz, Mekari, Xendit, dan Fore.


Indonesia memang cukup banyak melahirkan perusahaan rintisan berbasis teknologi berskala besar. Dari 12 unicorn di Asia Tenggara, 6 diantaranya (termasuk GoTo yang sudah berstatus decacorn) ada di Indonesia. 


Valuasi keenam perusahaan tersebut ditaksir mencapai US$ 38,2 miliar. Angka ini setara dengan Rp 553,9 triliun. 


Kemudian, dari 70 centaur di Asia Tenggara, 27 diantaranya berbendera merah putih. Perusahaan-perusahaan ini berpotensi naik kelas menjadi unicorn. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support