MY MENU

News

News

Judul
Gencar Ekspansi Data Center, Saham TLKM Masih Menarik
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
09/09/2021
Lampiran0
Views
103
Konten
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diborong asing sebesar Rp 2,22 triliun dalam 3 bulan terakhir seiring dengan ekspektasi positif kinerja dan ekspansi bisnis BUMN telekomunikasi ini.

Sebulan terakhir, data BEI juga mencatat saham induk Telkomsel juga dibeli asing Rp 1,15 triliun di pasar reguler. 

Meski demikian, data BEI pada perdagangan Rabu kemarin (8/9), saham TLKM ditutup turun 1,48% di Rp 3.330/saham.

Nilai transaksi saham TLKM mencapai Rp 268,45 miliar dengan volume perdagangan 80,64 juta saham.

Dalam sepekan saham TLKM turun 0,30% dan sebulan naik tipis 2,46%. Dalam 3 bulan terakhir saham Telkom turun 5% dan ear to date saham TLKM naik tipis 0,60%.

Saham TLKM masuk top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 18,27 miliar.

Di broker kompetitor Mirae Asset, saham Telkom juga masuk top buy dengan beli bersih Rp 27,88 miliar.

Saat ini, Telkom unggul di data center lewat Telkomsigma. Ekspansi juga terus dilakukan apalagi saat ini sejumlah konglomerasi juga masuk ke bisnis ini, mulai dari Grup Salim, Grup Lippo hingga Grup Sinarmas.

Situs resmi Telkomsigma mencatat, saat ini perseroan memiliki lebih dari 300 klien dari berbagai industri yang didominasi oleh sektor perbankan dan jasa keuangan.

Telkomsigma memiliki 3 sub kategori di bisnis data center ini, yakni jasa collocation, layanan data center, dan layanan profesional data center.

Melansir pemberitaan CNBC Indonesia, dalam struktur perusahaan, data center ini masuk dalam divisi Enterprise & Business Service.

Divisi ini berkontribusi rata-rata sebesar 30%-35% dan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan laba bersih perusahaan karena bisnis ini memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi.

Pada 12 Oktober 2020, market share Telkomsigma mencapai lebih dari 40% untuk layanan data center.

Telkomsigma mengelola operasional 16 internet data center dan 3 enterprise data center yang tersebar di Indonesia.

Awal Juni lalu, Telkom membangun pusat data skala besar berstandar global--dengan sertifikasi 3 dan 4--milik Telkom, yakni HyperScale Data Center di Cikarang.

Telkom HyperScale Data Center dibangun di atas lahan seluas 65 ribu meter persegi, berkapasitas total hingga 10.000 rack, dan daya listrik sekitar 75 MW.

Saat ini, TLKM telah memiliki 26 data center yang tersebar di 12 kota besar Indonesia, yang terdiri dari 5 data center internasional, 18 neuCentrIX serta 3 data center tier 3 dan 4. 

Agustus lalu, Telkom juga mengumumkan kerja sama dengan Etisalat Group, perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab (UEA) dan akan berinvestasi senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,45 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di bisnis data center.

Investasi tersebut akan dilakukan di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau.

Per semester I, Telkom mencetak laba bersih Rp 12,45 triliun, naik 13,30% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,99 triliun.

Pendapatan naik 3,92% menjadi Rp 69,48 triliun dari posisi Juni 2020 lalu Rp 66,85 triliun.

Kontribusi terbesar pendapatan TLKM disumbang segmen pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika Rp 39,57 triliun.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support