MY MENU

News

News

Judul
Harga Batu Bara Rekor, Asing Borong Saham INDY Rp 101 M
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
09/30/2021
Lampiran0
Views
150
Konten

Investor asing terus memburu saham PT Indika Energy Tbk (INDY) di tengah penguatan harga batu bara global yang menembus di atas US$ 200/ton.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor asing Rabu kemarin (29/9) masuk Rp 7,30 miliar, sepekan net buy Rp 89 miliar, dan sebulan terakhir asing borong Rp 101 miliar saham INDY di pasar reguler.

Aksi beli asing ini terjadi di tengah tren kenaikan harga saham INDY dalam sepekan sebesar 31,39% dan sebulan terakhir melesat 33,33%.

Dalam 3 bulan terakhir saham induk usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) ini juga naik 35% dengan kapitalisasi pasar 9,38 trililun.

Meski demikian, pada perdagangan Rabu kemarin (29/9), saham INDY ditutup minus tipis 1,10% di Rp 1.800/saham.

Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 232 miliar dengan volume perdagangan 127 juta saham.

Saham INDY masuk top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 41,56 miliar.

Nilai beli saham INDY di Mirae Asset terbesar keempat setelah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 60,78 miliar, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Rp 49,11 miliar, dan PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) Rp 43,13 miliar.

Di broker kompetitor Mirae Asset, saham INDY masuk top buy dengan beli bersih Rp 22,56 miliar.

Saat ini emiten batu bara memang terdorong sentimen positif kenaikan harga komoditas energi.

Dilansir CNBC Indonesia, selama setahun terakhir harga batu bara terus mengalami penguatan, bahkan pada Senin (27/9) harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tembus US$ 202,95/ton.

Harga ini melonjak 6,2% dari posisi akhir pekan lalu sekaligus menjadi rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Sementara itu dari dalam negeri Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) juga selalu menajak sejak Maret lalu.

Saat itu HBA tercatat di angka US$ 84,47 dan terakhir bulan September ini harganya mencapai US$ 150,03 per ton, artinya dalam kurun waktu kurang dari setahun HBA menguat hingga 77,61%.

Dari sisi kinerja, INDY mencatatkan laba bersih US$ 12,01 juta atau setara dengan Rp 174 miliar (kurs Rp 14.500/US$) di 6 bulan pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih US$ 21,92 juta atau Rp 318 miliar.


Pembalikan kinerja dari rugi ke laba itu seiring dengan pendapatan INDY yang naik 14,15% menjadi US$ 1,29 miliar atau setara Rp 18,71 triliun dari sebelumnya US$ 1,13 miliar atau Rp 16,39 triliun.


Pendapatan terbesar kontrak dan jasa terbesar diperoleh dari BP Berau Ltd senilai US$ 77,99 juta, disusul PT Indonesia Pratama US$ 45,96 juta, dan PT Freeport Indonesia US$ 40,53 juta.


Penjualan batu bara luar negeri mendominasi sebesar US$ 740,25 juta, sementara pelanggan dalam negeri US$ 292,92 juta.


Pendapatan terbesar INDY disumbang dari lini bisnis sumber daya energi US$ 1,05 miliar, sisanya jasa energi US$ 194,40 juta, infrastruktur energi US$ 36,81 juta dan pendapatan lainnya US$ 4,54 juta.


Selain itu, saat ini INDY juga tengah berupaya melakukan diversifikasi bisnis.

Itu sebabnya, INDY menjual seluruh saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) demi mengurangi eksposur di bisnis batu bara.

Divestasi ini ditargetkan dapat rampung pada Oktober 2021.

Dalam siaran pers, dilansir CNBC Indonesia, Wakil Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand mengatakan perusahaan akan mengurangi eksposur di bisnis batu bara dan menambah portofolio investasi non-batubara.


Indika Energy menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor non-batubara pada tahun 2025.


"MBSS adalah perusahaan pelayaran energi yang dilengkapi dengan fasilitas dan armada yang lengkap dan prima, dan telah bergabung dalam Indika Energy Group selama 10 tahun terakhir," katanya.

"Meski demikian, penjualan saham Indika Energy di MBSS menjadi langkah perusahaan untuk mengurangi eksposur di bisnis batu bara," kata Azis.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support