MY MENU

News

News

Judul
Saham BWPT Bangkit, 2 Faktor Ini Pemicunya
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
09/30/2021
Lampiran0
Views
182
Konten

Harga saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dalam 2 hari terakhir meroket tajam di tengah sentimen positif kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Data perdagangan menunjukkan, pada Rabu kemarin (29/9), saham BWPT ditutup melesat 10,13% di Rp 87/saham.

Sementara pada Selasa (28/9), saham BWPT juga naik 12,86% di Rp 79/saham.

Data BEI menunjukkan, nilai transaksi saham perusahaan eks BW Plantations ini ditransaksikan senilai Rp 178 miliar dengan volume perdagangan 1,95 miliar saham.

Sepekan terakhir saham ini melonjak 23% dan sebulan naik 17,57%. Sebelumnya saham BWPT terus stagnan sejak 14 September hingga 23 September lalu, kemudian ambruk 1,41% pada perdagangan 24 September.

Saham BWPT masuk top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 60,78 miliar, nomor dua terbesar setelah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 60,78 miliar.

Di broker kompetitor Mirae Asset, saham BWPT masuk top buy dengan beli bersih Rp 19,67 miliar.

Pada Jumat pekan lalu (24/9), harga CPO mengalami kenaikan sebesar 4,22% dari pekan sebelumnya mengikuti harga minyak yang melambung tinggi.

Harga kontrak CPO Malaysia saat itu menyentuh level MYR 4.441/ton, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia.

Alasan utama dari kenaikan harga CPO adalah melambungnya harga minyak mentah di pasaran.

Korelasi positif dengan harga minyak mentah ini diakibatkan karena CPO merupakan bahan baku biodiesel yang menjadi substitusi bahan bakar minyak mentah.

Pandemi Covid-19 juga menjadi faktor penting yang menyebabkan kenaikan harga CPO. Efek pandemi berkaitan erat dengan kekurangan tenaga kerja di Malaysia sehingga produksi pun menjadi terhambat.

Mistry, Direktur Godrej International, mengungkapkan prospek bullish harga CPO untuk 5 bulan ke depan.

Ini karena pungutan ekspor Indonesia yang tinggi dan puncak keterbatasan pasokan yang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun 2022.

Dia mematok harga CPO akan bergerak di kisaran MYR 4.000 ringgit hingga MYR 4.400 ringgit per ton selama Oktober hingga Februari sebelum turun di bulan Maret. 

"Harga tinggi (akan) akhirnya berakhir mulai April 2022," kata Mistry pada konferensi Globoil India di negara bagian resor Goa.

Pada Rabu (29/9/2021) pukul 10:46 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 4.382/ton memang turun 1,46% dari hari sebelumnya.

Meski terkoreksi, tetapi harga CPO masih membukukan kenakan 1,2% secara mingguan.

Dalam sebulan terakhir, harga masih naik 3,01%. Oleh karena itu, wajar harga CPO rentan terserang profit taking.

Dalam dokumen paparan publik BWPT 12 Agustus 2021 yang disampaikan di BEI, manajemen menyatakan titik balik kinerja perusahaan ialah harga minyak kelapa sawit. 

Melihat ke belakang, level terendah terjadi pada tahun 2019 ketika harga jatuh di bawah Rp 6 juta, kemudian pada tengah tahun 2020 harga kembali turun.

"Akan tetapi, di semester kedua 2020, program B30 berjalan terus dan harga melonjak menjadi 9 juta rupiah, hingga hari ini, di mana harga menjadi 12 juta rupiah," tulis manajemen BWPT.

Selain faktor harga, optimisme kinerja juga akan mendorong perfoma BWPT ke depan.

Dari sisi kinerja, beberapa tahun terakhir, perseroan bekerja keras meningkatkan profitabilitas, salah satunya melakukan efisiensi biaya.

Biaya operasional atau OPEX turun dari rata-rata triwulanan Rp 74 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 55 miliar di tahun 2020.

Hal Ini membantu turning point untuk operating loss yang meningkat dari Rp 130 miliar menjadi Rp 72 miliar per kuartal.

"Penyebabnya sederhana. Saat ini, harga minyak sawit sudah naik dan curah hujan pun meningkat, tetapi produksi buah belum terbentuk. Sementara profitabilitas baru mulai meningkat signifikan, sepertinya titik balik BWPT akan dimulai sekarang," tulis manajemen BWPT.

Perusahaan optimistis akan membukukan “laba usaha” tahun ini dengan pertumbuhan pendapatan double digit dengan ditunjang oleh harga CPO yang jauh membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kenaikan harga CPO saat ini adalah kesempatan emas untuk lebih mengoptimalkan lagi implementasi praktek agronomi serta untuk mengalokasikan capex yang menunjang peningkatan produktivitas yang lebih tinggi dan lebih efektif."

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support