MY MENU

News

News

Judul
China, India Krisis Listrik, Indonesia Justru Kelebihan Pasokan
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
10/14/2021
Lampiran0
Views
19
Konten

Ketika China, India, dan sejumlah negara di belahan bumi lainnya tengah dilanda krisis listrik, Indonesia justru mengalami kelebihan pasokan. Kondisi ini dinilai bisa menambah daya tarik bagi calon investor yang akan masuk ke Indonesia. 

Kelebihan pasokan listrik ini sejalan dengan mulai beroperasinya pembangkit listrik di sistem Jawa, Madura dan Bali  (Jamali) sebesar 35.000  MW. Adapun, total daya sistem kelistrikan Jamali ini bisa mencapai 38.522 MW dengan beban puncak 26.931 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 11.591 MW. 

Direktur Utama PT Perusahaan LIstrik Negara (PLN) Zulkifli  Zaini, seperti dikutip Bisnis Indonesia, mengatakan, dengan  melimpahnya  pasokan  listrik, pihaknya bisa leluasa melayani seluruh kebutuhan pelanggan.

"Tak hanya mendukung listrik rumah tangga, ndustri, komersial, kami juga siap memasok listrik untuk mobil listrik, kompor induksi, hingga memasok listrik ke para petani, peternak, nelayan melalui program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine,"  jelasnya.

PLN memastikan seluruh pembangkit yang memasok kebutuhan listrik khususnya di Jawa, Madura, dan Bali bisa beroperasi  optimal. Sehingga, tidak ada pemadaman sekecil apapun agar investor semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya.

Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril bilang, pihaknya sengaja mempertahankan kondisi kelebihan pasokan atau oversupply listrik ini agar para investor baru yang akan masuk ke Indonesia tidak perlu ragu terhadap keandalan dan pasokan listrik di Tanah Air.

Menurutnya, pemerintah serius menyiapkan sejumlah infrastruktur yang memudahkan akses investor untuk memulai usahanya di dalam negeri. Nah, peran PLN adalah dukungan dari sektor ketenagalistrikan.

"Dengan ketersediaan yang cukup besar ini kita harapkan investor tidak ragu-ragu untuk menanamkan investasinya di  Indonesia,"  ujarnya. 

Lebih lanjut, Bob mengungkapkan, terkait kelebihan pasokan listrik ini, pemerintah akan fokus pada intensifikasi dan ekstensifikasi. Pada intensifikasi, PLN akan mengajak masyarakat agar beralih ke energi listrik  dalam pelaksanaan kegiatan  sehari-hari.

"(misal) memasak nasi dengan rice cooker, kompor-kompor LPG diganti dengan kompor listrik," tuturnya. Sementara untuk ekstensifikasi  dilakukan dengan meningkatkan penggunaan listrik dari sektor industri.  

Peluang penjualan listrik di sektor industri dinilai masih sangat besar pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Namun, selama ini banyak industri yang mengandalkan pasokan  listriknya dari pembangkit listrik sendiri, sehingga PLN berharap agar ke depan industri-industri itu lebih mengandalkan pasokan listrik dari PLN.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support