MY MENU

News

News

Judul
Larangan Ekspor Bertaji, Pasokan Batu Bara RI Bertambah
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
01/05/2022
Lampiran0
Views
57
Konten

Kebijakan pelarangan ekspor batu bara mulai bertaji. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diberitakan telah mendapatkan kepastian tambahan komitmen kontrak sebanyak 3,2 juta ton batu bara untuk bulan Januari 2022. 

Adapun, targetnya, tambahan komitmen untuk Januari 2022 ini mencapai 5,1 juta ton. Tambahan komitmen kontrak tersebut didapat dari para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). 

PLN terus berupaya memastikan terpenuhinya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

"Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya aman, PLN akan memprioritaskan penyaluran batu bara bagi sejumlah pembangkit  listrik dengan level hari operasinya rendah," ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi, seperti dikutip Bisnis Indonesia. 

PLN, lanjut dia, akan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta para pemangku kepentingan lainnya terkait rantai pasok batu  bara.

Langkah ini ditempuh demi mengamankan pasokan batu bara hingga mencapai minimal 20 hari operasi (HOP). Para pengusaha batubara berjanji akan all-out memasok dan menjaga ketersediaan batubara di pembangkit listrik milik PLN. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan  Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan ada titik terang terkait masalah pasokan batu bara yang dialami oleh sedikitnya  20  PLTU.  

Sehingga, minimnya pasokan bisa teratasi dan kegiatan ekspor diharapkan bisa kembali dilakukan. Fokus pelaku usaha dan pemerintah saat ini adalah memastikan agar kelangkaan pasokan seperti yang dikeluhkan PLN dapat segera diatasi.

Kementerian ESDM menyebut proyeksi target produksi bati bara di tahun 2022 berada di kisaran 637-664 juta ton. Sedangkan target produksi batu bara tahun lalu ada di angka 625  juta ton.  

Dari total tersebut proyeksi kebutuhan batu bara dalam negeri menjadi 190 juta ton pada 2022. Angka ini naik dibandingkan dengan kuota domestic market obligation (DMO) tahun 2021 sebesar 137,5 juta ton.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merupakan salah satu produsen batu bara yang mendapat penugasan untuk memasok tambahan pasokan sebanyak 500.000 ton.  

Manajemen ADRO, seperti diberitakan Kontan, akan segera memenuhi penugasan tersebut. Di tahun 2021, jumlah DMO batubara dari ADRO sekitar 11,1 juta ton. 

Realisasi penjualan domestik pada bulan Januari-Oktober 2021 sebesar 9,69 juta ton. Dengan tambahan penjualan di November dan Desember 2021, maka estimasi total penjualan batubara ke domestik untuk tahun 2021 adalah 26%-27% dari total produksi.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji memperbaiki kontrak jangka panjang kebutuhan suplai batu bara dan LNG dalam negeri. Selain itu, sistem logistik dan infrastruktur kebutuhan batu bara juga siap dibenahi. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)