MY MENU

News

News

Judul
Tambah Modal Rp 4,8 T, Allo Bank (BBHI) Naik Kelas ke KBMI 2
Penulis
CNBC Indonesia
Tanggal Diciptakan
01/05/2022
Lampiran0
Views
129
Konten
Emiten bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) akan melaksanakan aksi korporasi penambahan modal melalui rights issue senilai Rp 4,8 triliun. Penambahan modal tersebut membuat posisi Allo Bank naik peringkat ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dengan modal di atas Rp 6 triliun.

Menurut prospektus Allo Bank yang terbit pada Senin (3/1/2022), dalam aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut, perusahaan rencananya menerbitkan sebanyak 10.047.322.871 saham baru yang setara 46,24% dari modal disetor perusahaan.

Harga pelaksanaan dari rights issue ini adalah Rp 478/saham. Dengan demikian, dari aksi korporasi ini perusahaan akan mendapatkan Rp 4,80 triliun dana segar.

Menurut laporan keuangan Allo Bank per kuartal III-2021, jumlah modal inti (tier 1) perusahaan terkini mencapai Rp 1,26 triliun. Ke depan, dengan tambahan modal dari rights issue sebanyak Rp 4,80 triliun, maka modal inti BBHI akan berubah menjadi Rp 6,06 triliun. Dengan begitu, Allo Bank dapat diklasifikasikan sebagai bank KBMI II.

Sebagai informasi, menurut rilis pers resmi Allo Bank, Rabu (5/1), sejumlah nama besar ikut berpartisipasi dalam rights issue ini, yakni emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grup Salim melalui PT Indolife Investama Perkasa, Grab, Traveloka, Carro, CT Corp, sampai Growtheum Capital.

Sementara, Indolife akan menyerap sebanyak 1.303.815.386 saham atau setara dengan 6,00%.Berdasarkan prospektus yang disampaikan oleh Allo Bank, Bukalapak akan mengempit saham Allo Bank sebanyak 2.497.816.903 saham atau 11,49%.

Pemegang saham pengendali Allo Bank saat ini, yakni PT Mega Corpora yang menguasai 90% saham, hanya akan menyerap 2.712.777.020 HMETD atau sekitar 30% dari seluruh HMETD.

Kemudian, hak lainnya akan dialihkan kepada calon pemodal lainnya, termasuk Bukalapak dan Indolife.

Calon pemegang saham lainnya antara lain, Abadi Investments Pte. Ltd. akan memiliki sebanyak 7%, H Holdings Inc. sebanyak 2,07%, Trusty Cars Pte. Ltd. 0,69%, dan PT CT Corpora sebanyak 1,88%.

Abadi Investments Pte. Ltd. adalah perusahaan private yang beralamat di Singapura. Abadi Investments kemungkinan merupakan kendaraan investasi Traveloka.

Selanjutnya, H Holdings Inc merupakan perusahaan afiliasi dari Grab Holdings Inc. alias Grab. Sebelumnya, pada April 2021, Grabi via H Holdings juga masuk ke emiten Grup Emtek PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) dengan menggenggam 4,6% saham Emtek.

Kemudian, Trusty Cars bergerak di bidang penjualan ritel mobil dengan brand Carro. CARRO juga telah memperoleh pendanaan US$ 500 juta dari Softbank Vision Fund dan sejumlah fund asing. Saat ini, CARRO memiliki 200 karyawan di seluruh Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

Adapun, CT Corpora adalah grup usaha milik Chairul Tanjung yang berfokus pada layanan konsumen yang terintegrasi, mulai dari di bidang layanan keuangan, media, ritel, hiburan, hingga gaya hidup.

Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan Allo Bank untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka meningkatkan Modal Inti menjadi KBMI 2 sebagaimana dimaksud dalam POJK 12/2021.

Selanjutnya, untuk pengembangan usaha termasuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)