MY MENU

News

News

Judul
FLASH: WSKT Bidik Kontrak Baru 2022 Tembus Rp 30 T
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
01/06/2022
Lampiran0
Views
105
Konten

Emiten kontraktor BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) optimistis bisa meraih nilai kontrak baru Rp 25 triliun - Rp 30 triliun di tahun ini seiring dengan pencapaian kontrak di 2021.

Tahun lalu, WSKT mampu meraih kontrak baru senilai Rp 20,51 triliun, atau mencapai 100% dari target perseroan.

Dilansir Bisnis.com, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan pihaknya terus berkomitmen meningkatkan perolehan kontrak baru, baik dari dalam maupun luar negeri, demi memperbaiki kinerja keuangan dan operasional.

“Manajemen optimistis dapat membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 25 triliun - Rp 30 triliun di tahun 2022 ini, terutama dengan support likuiditas perseroan yang jauh lebih baik,” kata Destiawan, dikutip Kamis (6/1/2021).

Pada 2021, WSKT mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari Bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) dengan penjaminan pemerintah.

Pemerintah juga turut dalam aksi korporasi rights issue atau penerbitan saham baru perseroan dengan menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun.

Sementara itu, beberapa kontrak proyek yang didapatkan WSKT di 2021 di antaranya proyek jalan tol Kayu Agung–Palembang-Betung tahap 2 Rp 5,01 triliun, jalan tol Kamal – Teluk Naga–Rajeg tahap 1 senilai Rp 1,05 triliun, dan jembatan Musi–Kramasan Rp 1 triliun. 

Dari luar negeri, WSKT juga meraih kontrak baru melalui kerja sama antarpemerintah (G2G) Indonesia dan Sudan Selatan yaitu proyek jalan seksi 1 sepanjang 1.000 kilometer dengan nilai kontrak Rp 4,38 triliun.

Rabu kemarin, saham WSKT turun 0,79% di Rp 625/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 8,48 triliun

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)