MY MENU

News

News

Judul
FLASH: Besarkan BBHI, CT Gandeng Bank Digital Terbesar Dunia
Penulis
investment
Tanggal Diciptakan
01/12/2022
Lampiran0
Views
82
Konten

Chairul Tanjung, pemilik CT Corp yang juga pengendali PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), nampaknya sangat serius untuk mengembangkan bisnis bank yang diakuisisinya pada Maret 2021 lalu menjadi bank digital.

Pada jumpa pers yang diselenggarakan kemarin, Selasa (11/1), ia turun langsung untuk memaparkan rencana bisnis dan aksi korporasi yang akan dan telah dilakukan BBHI. 

Teranyar, ia menyebutkan bahwa ia akan menggandeng salah satu bank digital terbesar di dunia untuk membangun dan mengembangkan platform dan teknologi digital di BBHI. 

Ia masih belum mau menyebutkan identitas bank digital yang dimaksud. Ia hanya bilang, bank tersebut telah berberkiprah di bisnis digital banking selama 8 tahun dan sudah mempunyai 200 juta pelanggan. 

Ia menjelaskan, bank digital terbesar di dunia itu akan membangun dan mengembangkan sistem atau platrofm dan teknologi digital di Allo Bank Indonesia dikembangkan bersama dengan tim CT Corp. 

"Jadi sudah teruji. Karenanya kami yakin platform kami itu mampu untuk menjawab tantangan dari jumlah nasabah, jenis transaksi, maupun hal-hal yang terkait dengan teknologi itu sendiri," ujar pria yang akrab disapa CT ini. 

Ia juga mengklaim bahwa dengan bertambahnya permodalan disertai dengan bergabungnya sejumlah investor dari ekosistem yang kuat, maka BBHI tak akan bisa tertandingi. 

Seperti diketahui, BBHI berhasil menjaring dana segar Rp 4,8 triliun dan mengajak 5 investor strategis, di luar CT Corp, yang siap menopang bisnsi digital banking Allo Bank Indonesia. 

Kelima investor tersebut adalah PT Bukalapak.com (BUKA), Abadi Investments (Traveloka), PT Indolife Investama Perkasa (Grup Salim), H Holdings Inc (Grab), dan Trusty Cars (Carro).

Menurut CT, dalam era digitalisasi sekarang ini, kolaborasi adalah kata kunci. Sekuat apa pun ekosistem sebuah perusahaan, tetap membutuhkan kerja sama dengan ekosistem yang lain. 

Oleh karena itu, pihaknya mengundang ekosistem lain untuk bersama membangun BBHI. Ada ekosistem fisik melalui grup Salim. Menurut CT, jika ekosistem fisik antara CT Corp dan Grup Salim digabung, maka dapat dibilang ekosistem fisik ini menjadi yang terbesar di Indonesia.

"Bayangkan, (Grup) Salim memiliki Indomaret dengan jaringan minimarket paling besar. Ada Superindo, ada produk-produk yang lain," tuturnya. 

Namun, ia menyadari bahwa penggabungan ekosistem fisik saja tidak cukup. Oleh sebab itu, CT Corp mengundang juga ekosistem digital yang ada untuk bekerja sama. Kemudian, munculah nama-nama seperti Bukalapak, Grab, Traveloka, dan Carro.

"Dengan digabungnya dua ekosistem fisik dan digital ini akan menjadi kekuatan yang solid yang luar biasa yang akan susah ditandingi oleh siapa pun," jelas Chairul Tanjung. 

Ia pun memastikan, para investor strategis tersebut tidak akan hit and run. Mereka sudah terikat perjanjian lock-up saham selama 3 tahun. Jadi, dalam kurun waktu tersebut, kelima investor tidak diperkenankan menjual sahamnya. 

"Jadi long way to go. Para investor retail bisa dengan nyaman tidur nyenyak di rumah karena tidak ada yang akan menjual dengan tiba-tiba itu saham-saham yang dibeli dalam rights issue," pungkasnya.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)