MY MENU

News

News

Judul
Mirae Asset Sekuritas Prediksi Pasar Obligasi Masih Menarik di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Global
Penulis
investment
Tanggal Diciptakan
08/23/2022
Lampiran0
Views
235
Konten


-(kiri-kanan) Dhian Karyantono, Fixed Income Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia; Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI; Rully Wisnubroto, Senior Economist Mirae Asset Sekuritas; dalam acara Bond-ing Talks by Mirae Asset Sekuritas 22Aug22-



PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai investasi di pasar obligasi Indonesia masih menarik meski suku bunga acuan dunia dan global sedang dalam tren naik. Prediksi tersebut didasari oleh kemungkinan tercapainya perdamaian konflik antara Rusia dan Ukraina di tahun ini serta ketahanan kondisi makroekonomi domestik. 


Rully Wisnubroto, Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas, menilai meski tren suku bunga acuan global dan domestik meningkat, investasi di pasar obligasi saat ini cukup menarik di mana pertimbangan utamanya adalah terjaganya defisit fiskal APBN di tahun 2022 pada target yang ditetapkan pemerintah. 


“Target pemerintah tersebut didasari Perpres 98/2022 sebesar 4,50%, seiring dengan peningkatan penerimaan pajak,” ujar Rully dalam acara Bond-ing Talks by Mirae Asset Sekuritas yang digelar hari ini, 22 Agustus 2022. 


Di dalam acara bertema Navigating Bond Market Risks in 2H-2022 tersebut, dia memproyeksi The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 1% atau 100 bps hingga akhir tahun 2022. Dari besaran total tersebut, sebesar 50 bps akan dinaikkan pada FOMC September dan masing-masing 25 bps pada FOMC November-Desember. 


Sementara itu di dalam negeri, Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan BI7DRRR sebesar 50 bps secara total hingga ke kisaran 4% pada akhir tahun 2022. 


Di dalam acara yang sama, Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, menilai inflasi tinggi dunia saat ini masih menjadi efek jangka panjang dari konflik Rusia-Ukraina. 


Hikmahanto menilai dampak panjang dari Rusia-Ukraina adalah pasokan komoditas yang terhambat terutama dari sisi produksi dan distribusi seperti pada komoditas pangan seperti gandum serta migas. Meskipun demikian, dia meyakini ke depannya kondisi akan berangsur pulih.


“Prospek perkembangan akan semakin mendekati perdamaian konflik antara Rusia dan Ukraina jika kekhawatiran Rusia atas ancaman dari Amerika Serikat (AS) semakin berkurang dan Ukraina tidak lagi melakukan serangan baik kepada Rusia maupun secara internal kepada masyarakatnya.” 


Hikmahanto menilai perkembangan gencatan senjata juga perlu dukungan dari AS untuk menghentikan pasokan senjata kepada Ukraina serta mendukung upaya negara ketiga seperti Indonesia, Turki, dan PBB. 


Menurut dia, gencatan senjata tersebut sedapat mungkin dapat dilaksanakan sebelum KTT G-20 yang akan dilaksanakan pada November 2022.


Nita Amalia, Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, juga menyampaikan optimistismenya bahwa kondisi pasar obligasi akan berangsur pulih yang pada akhirnya bisa mendorong transaksi nasabah terutama yang difasilitasi oleh perusahaan. 


Menurut dia, dalam memfasilitasi transaksi efek utang nasabah, saat ini Mirae Asset Sekuritas Indonesia sudah menempati urutan keempat sekuritas terbesar untuk transaksi obligasi korporasi. Di pasar obligasi negara, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menempati posisi delapan besar, keduanya sama-sama pada periode Juni-Juli 2022 yang didasari data Bursa Efek Indonesia. 


“Di pasar modal, saat ini modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang besar yaitu di sekitar Rp 1,5 triliun memungkinkan dilakukan transaksi besar melalui perusahaan, termasuk transaksi obligasi,” ujar Nita.


Dia menambahkan bahwa di pasar obligasi, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memiliki layanan yang komprehensif seperti kegiatan penjaminan emisi efek utang, update pasar rutin harian dan bulanan, update pasar insidental, webinar Youtube bulanan, kuotasi harga pasar, dan warehousing obligasi berperingkat AAA. 


Selain Rully Arya Wisnubroto, Hikmahanto Juwana, dan Nita Amalia, acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Mirae Asset Sekuritas Daewoong An dan CFO Mirae Asset Sekuritas Kyungshin Cho bersama dengan nasabah ritel dan nasabah institusi seperti asuransi, dana pensiun, serta manajer investasi. 


Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)