MY MENU

News

News

Judul
Kredit Lari Kencang, BBRI Jadi Favorit Investor Asing
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
10/16/2020
Lampiran0
Views
95
Konten

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berlari sekuat tenaga agar penyaluran kredit bisa tumbuh di level 5% year-on-year (yoy) hingga akhir tahun. Padahal, secara industri, pertumbuhan pinjaman perbankan tahun ini diperkirakan hanya akan berada di kisaran 1%-2%. Bahkan, hingga Sepetmber 2020, penyaluran kredit nyaris stagnan yakni sebesar 0,12% yoy. 


Trget yang ditetapkan oleh bank pelat merah sejak awal tahun ini dijadikan pecut bagi perseroan untuk gencar menyalurkan kredit. Direktur BBRI Sunarso, seperti dikutip Bisnis.com, mengatakan, dalam kondisi seperti ini perbankan adalah tulang punggung penggerak perekonomian. 


Oleh sebab itu, lanjut Sunarso, perseroan memilih untuk terus memacu pertumbuhan kredit meskipun tengah diadang sejumlah masalah, seperti restrukturisasi kredit bermasalah, lesunya permintaan pembiayaan, hingga kenaikan beban dana.


“Maka BRI masuk point of no return, apapun kita harus terus maju, jangan kurangi [kredit], berhenti saja maka bisa bahaya. Kita berani ambil keputusan untuk tidak kembali, karena kalau kembali mati semua [perekonomian],”


BBRI, sebagai bank spesialisasi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini, terus memompa penyaluran kredit ke sektor tersebut. Menurut Sunarso, meskipun paparan krisis ke sektor UMKM lebih besar dibanding korporasi, tetapi mereka lebih cepat bangkit dibandingkan dengan perusahaan.


“Hari ini gulung tikar, besoknya UMKM bisa berpindah ke usaha lain. Makanya penyaluran kredit kita fokuskan ke sana, terutama usaha mikro,” ujarnya.


Hingga September, perseroan telah menyalurkan lebih dari setengah jatah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersedia. Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, total penyaluran KUR BRI mencapai Rp 90,1 triliun. Jumlah ini setara lebih dari 64 persen dari kuota KUR BRI tahun ini yaitu Rp 140,2 triliun.


KUR tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 3,3 juta debitur. Bila dilihat dari sektor ekonomi, jumlah penerima KUR BRI terbanyak berasal dari pelaku sektor perdagangan, yakni mencapai lebih dari 1,2 juta debitur dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 36,3 triliun atau 40,3% dari nilai total. 


Hampir 1,2 juta debitur dengan nilai mencapai Rp 28,8 triliun berasal dari sektor pertanian. Bagi pelaku industri pengolahan sebanyak 406,000 debitur dengan total nilai Rp 10,9 triliun, perikanan sebanyak 65,000 orang dengan total pinjaman Rp 1,7 triliu, dan jasa lainnya sebanyak 455.000 debitur senilai Rp 12,4 triliun.


Bukan hal sulit sebenarnya bagi BBRI untuk menyalurkan KUR, pasalnya, perseroan telah memiliki ekosistem pendukung yang komprehensif.  BBRI saat ini sudah mengembangkan ekosistem pasar, desa, dan digital dalam memberikan layanan perbankan. 


Melalui ketiga ekosistem tersebut, BRI dapat mengakselerasi bisnisnya secara terintegrasi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.


Kendati lebih memilih ekspansif, kebijakan Sunarso bukan tanpa perhitungan. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan restrukturisasi kredit bermasalah. Hingga 28 September 2018 restrukturisasi yang telah dilakukan BRI mencapai Rp191,49 triliun dari 2,95 juta debitur.


Dengan membersihkan potensi kredit bermasalah, menurutnya, perseroan lebih mudah dalam melakukan ekspansi penyaluran dana. Restrukturisasi kredit diklaim sudah mencapai puncak pada Mei tahun ini.


Strategi bisnsi ini rupanya menjadi salah satu daya tarik bagi investor asing di pasar modal. Saham perseroan pada perdagangan Kamis (15/10) mencatatkan nilai beli bersih asing tertinggi dengan total nilai mencapai Rp 129,27 miliar. BBRI juga menjadi salah satu saham yang paling banyak ditransaksikan dengan total nilai sebesar Rp 613,00 miliar.  




Recommendation

Sentimen: Positif Fundamental: Sell, TP Rp 2.460

Disclaimer

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. Mirae Asset Sekuritas does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website, is strictly at your own risk. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of the information provide in our website.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan